Sejarah

Home » PROFILE » Sejarah

Bangkitnya kesadaran wanita akan peran dan statusnya dimulai oleh organisasi-organisasi kegiatan wanita di masa pergerakan atau peristiwa-peristiwa wanita di masa pergerakan atau pada kegiatan Kongres Perempuan Indonesia I (KPI) 22-25 Desember 1928, yakni ketika peran wanita mulai nampak di sektor sosial, agama dan ekonomi. Berdasarkan studi  dari Global Gender Raport 2021, World Economic Forum menuliskan bahwa dibutuhkan setidaknya 145,5 tahun untuk mencapai kesetaraan gender di bidang poliitik atau naik 50% dari masa pra pandemi yaitu 95%. Bidang ekonomi dibutuhkan 267,6 tahun dan Pendidikan yang relatif lebih singkat yaitu 14,2 tahun untuk wujudkan keseteraan gender.

Selama ini dalam bidang pekerjaan peran perempuan hampir tidak pernah mendapatkan sorotan. Padahal bila dikaji lebih lanjut perempuan merupakan kelompok pekerja yang sangat produktif dan berperan besar dalam menopang perekonomian keluarga bahkan negara. Banyak perempuan yang berhasil menempati posisi struktural yang strategis dalam perusahaan yang biasanya diidentikan dengan dunia laki-laki. Bahkan banyak pula yang menduduki posisi sebagai pucuk pimpinan. Belum lagi yang secara mandiri membangun dunianya sendiri. Misalnya perempuan yang menjadi penulis, industri hiburan, aktivis, dan sebagainya.

WIKA semakin menyadari pentingnya peranan wanita sekaligus kontribusinya untuk kemajuan perusahaan. Sifat pekerjaan yang selama ini didominasi oleh pria semakin terbuka untuk ditangani oleh karyawan perempuan dengan tidak mengurangi mutu dan cenderung nampak lebih humanis di tengah rutinitas. Hal tersebut menuntut perusahaan lebih memperhatikan hak dan kewajiban yang dimiliki oleh perempuan setara dengan karyawan pria agar harmonisasi tetap terjaga di lingkungan kerja.

Bersamaan hari perempuan internasional dan ulang tahun PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. ke-62, Perseroan menghelat sharing session WOMEN IN LEADERSHIP berikut pengukuhan Srikandi WIKA di Giri Unggul, Pusat Kepemimpinan Wikasatrian Bogor, pada Selasa 8 Maret 2022. Pengukuhan Srikandi WIKA dilakukan oleh perwakilan Srikandi BUMN, Nina Kurnia Dewi kepada Puspita Anggraeni selaku Ketua Srikandi WIKA dan turut disaksikan oleh Direktur Human Capital dan Pengembangan Perseroan, Mursyid.

Dalam pengukuhan tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata, Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, Ketua Umum Forum Human Capita Indonesia (FHCI) yang juga Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Alexandra Askandar, dan Christine Hutabarat, Sekjen Srikandi BUMN sekaligus Direktur Strategi Bisnis dan Pemasaran BUMN.

 “Perubahan harus dimulai dari kita sendiri, kaum perempuan. We need to first empower ourselves. The power that comes from within. Break the bias starting with yourself.”

SRIKANDI: SRIKANDI WIKA INOVATIF DEDIKASI INTEGRITAS

WHO:

Organisasi perempuan bekerja di lingkungan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang akan menjadi mitra yang setara dalam pekerjaan untuk Pembangunan Indonesia serta menjadi penghubung perempuan WIKA dalam suatu forum untuk bertumbuh dan unggul

WHAT:

Sebagai prepanjangan Srikandi BUMN di WIKA. Srikandi WIKA akan menyusun program-programnya sesuai dengan fokus program Srikandi BUMN serta ditambahkan dengan khas WIKA terkait sustainability.

HOW:

Melalui 4 Bidang Kerja Srikandi WIKA dan Implementasi program kerja yang disusun menjadi kalender Kerja Srikandi WIKA

  1. Kajian dan Pendampingan
  2. Pendidikan dan Pengembangan
  3. Kesehatan dan Kesejahteraan
  4. Komunikasi dan Kerjasama

VISI:

Mendorong kesetraraan karyawan perempuan dalam meningkatkan kemampuan dan menyiapkan kader pemimpin untuk berkontribusi ke sosial masyarakat, perusahaan dan Dunia.

MISI:

  1. Menciptakan kesetaraan gender di lingkungan kerja, pengembangan karir, serta lesetaraan kepemimpinan sebagai bagian dari transformasi Sumber Daya Manusia BUMN;
  2. Membangun kemampuan kepemimpinan dan menyiapkan pemimpin masa depan guna mendukung target perusahaan dan Kementerian BUMN di tingkat nasional dan global;
  3. Meningkatkan sinergi internal dan eksternal untuk mendukung Sustainability Development Goals (SDG’s); dan
  4. Mengoptimalkan kontribusi Srikandi WIKA dalam mewujudkan lingkungan sosial yang sejahtera.

TUJUAN:

  • Melakukan advokasi dan sosialisasi pengarusutamaan gender kepada seluruh pegawai, serta memfasilitasi upaya tersebut
  • Memberikan kesempatan pegawai perempuan untuk mengembangkan ruang berinovasi
  • Memaksimalkan potensi perempuan untuk dapat berkembang dan mengaktualisasikan eksistensi profesinya sesuai dengan jenjang karir yang sama seperti laki-laki;
  • Memenuhi hak-hak ketenagakerjaan perempuan seperti hak istirahat melahirkan, keguguran, dan menstruasi;
  • Melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan di tempat kerja;
  • Memberi upah yang sama antara perempuan dan laki-laki; dan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan organisasi di dalam perusahaan seperti serikat pekerja.
Butuh bantuan?