Rangkaian Hut ke 62, Wika Gelar Women in Leadership

Home » Uncategorized » Rangkaian Hut ke 62, Wika Gelar Women in Leadership

Menyambut Hari Perempuan lnternasional dan ulang tahun PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ke-62, Srikandi WIKA menghelat sharing session Women in Leadership berikut pengukuhan Srikandi WIKA di Giri Unggul, Pusat Kepemimpinan Wikasatrian, Bogor, Selasa (8/3/2022).

Direktur Utama Perseroan Agung Budi Waskito menyampaikan terima kasih kepada Srikandi WIKA atas terselenggaranya acara sharing session ini. Ia mengatakan, Realisasi Women in Leadership merupakan sumbangsih luar biasa, bagaimana kerja sama, kebersamaan, solidaritas dan inklusivitas.

“Srikandi WIKA bisa menjadi salah satu jawaban sekaligus solusi pemulihan Perseroan,” ucap Agung.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata juga mengapresiasi inisiasi Srikandi WIKA atas terselenggaranya sharing session Women in Leadership.

“Mewakili Kementerian BUMN, saya mengucapkan terima kasih kepada WIKA. Melalui sarasehan Women in Leadership. Perempuan dan Srikandi BUMN mendapat posisi terhormat untuk berbicara emansipasi,” ucapnya.

Berdasarkan studi dari Global Gender Raport 2021, World Economic Forum menuliskan dibutuhkan setidaknya 145,5 tahun untuk mencapai kesetaraan gender di bidang poliitik atau naik 50% dari masa pra pandemi yaitu 95%. Bidang ekonomi dibutuhkan 267,6 tahun dan Pendidikan yang relatif lebih singkat yaitu 14,2 tahun untuk wujudkan kesetaraan gender.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, perempuan perlu membongkar, menghentikan dan menghancurkan bias, #BreakTheBias. Hal itu, kata dia, tak lain karena masih adanya pandangan skeptis pada perempuan di dunia, termasuk Indonesia.

“Perempuan acap kali dihadapkan pada pilihan berkarir di luar rumah atau menjadi Ibu Rumah Tangga di dalam rumah. Hal itulah yang menjadi intisari bias, padahal perempuan bisa melakukan keduanya dan tidak harus memilih salah satunya,” ucap Retno.

Menurut dia, ada 3 hal enabling environment yang bisa menjadi katalis untuk mereduksi bias pada perempuan. Pertama, harus merubah mindset orang banyak. Retno mengatakan bukan hal yang mudah karena mindset sudah menjadi warisan antar generasi. Kedua, family support yang merupakan faktor kunci untuk melangkah, dan ketiga, kaum perempuan itu sendiri.

“Perubahan harus dimulai dari kita sendiri, kaum perempuan. We need to first empower ourselves. The power that comes from within. Break the bias starting with your self,” ujar Retno.

Sebagai rangkaian acara, juga dilakukan pengukuhan Srikandi WIKA oleh pengurus Srikandi BUMN yang juga Direktur, Keuangan dan SDM Umum LKBN Antara, Nina Kurnia Dewi kepada Puspita Anggraeni selaku Ketua Srikandi WIKA, dan turut disaksikan oleh Direktur Human Capital dan Pengembangan Perseroan, Mursyid.

Butuh bantuan?